Rabu, 23 Mei 2012

listrik dinamis


Bila dalam konduktor ada medan listrik; maka muatan muatan tersebut bergerak dan gerakan dari muatan-muatan ini yang dinamakan arus listrik.

A. KUAT ARUS
Definisi : Jumlah muatan yang mengalir melalui suatu penampang persatuan waktu.
Karena arah arus adalah searah dengan arah muatan positif, maka jumlah muatan yang lewat adalah jumlah muatan positif.

dq = jumlah muatan (Coulomb)
dt  = selisih waktu (sekon)
 i = kuat arus (ampere)


Bila n adalah partikel persatuan volume dan e muatan tiap partikel.
dq = n.e.V.A.dt
sehingga diperoleh besarnya :
     Ampere

Rapat arus J didefinisikan sebagai kuat arus persatuan luas.
       Ampere/m2
B. HUKUM OHM
Dalam suatu rantai aliran listrik, kuat arus berbanding lurus dengan beda potensial antara kedua ujung-ujungnya dan berbanding terbalik dengan besarnya hambatan kawat konduktor tersebut.
Hambatan kawat konduktor biasanya dituliskan sebagai “R”.



            I = kuat arus
 VA - VB = beda potensial titik A dan titik B
           R = hambatan
Besarnya hambatan dari suatu konduktor dinyatakan dalam
                R = hambatan
satuan = ohm
                L = panjang konduktor
satuan = meter
                A = luas penampang
satuan = m2
            r = hambat jenis atau resistivitas
satuan = ohm meter



    R = r



Harga dari hambat jenis/resistivitas anatara nol sampai tak terhingga.
r = 0 disebut sebagai penghantar sempurna (konduktor ideal).
r = ~ disebut penghantar jelek (isolator ideal).
Harga resistivitas suatu konduktor adalah tergantung pada temperatur.
Karena hambatan berbanding lurus dengan hambat jenis, maka diperoleh :
R(t)  = R0  ( 1 + a.t )

C. SUSUNAN HAMBATAN (TAHANAN)
Beberapa tahanan dapat disusun secara :
·         Seri
·         Paralel
·         Kombinasi seri dan paralel

SUSUNAN SERI
Bila tahanan-tahanan : R1, R2, R3, ...
disusun secara seri, maka :
Kuat arus (I) yang lewat masing-masing tahanan sama besar :
¾®  i = i1 = i2 = i3 = ....
¾®  VS = Vad = Vab + Vbc + Vcd + ...
¾®  RS = R1 + R2 + R3 + ...

SUSUNAN PARALEL

Bila disusun secar paralel, maka :
¾®  Beda potensial pada masing-masing ujung tahanan besar ( VA = VB ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar