Kamis, 05 Desember 2013

LAPORAN WISATA TANGKUBAN PERAHU



LAPORAN WISATA TANGKUBAN                      PERAHU

Diajukan untuk memenuhi tugas kesiswaan guna memenuhi persyaratan
Memenuhi Ujian Akhir Nasional(UAN) dan Ujian Akhir Sekolah(UAS) pada Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban Sayung
Tahun Pelajaran 2012/2013



Di Susun Oleh   :
Nama        :  Janatul Barokah
Kelas         :  XII (Dua Belas)
Nis             : 10.11.101415
Program   : lmu Pengetahuan Alam

MADRASAH ALIYAH NAHDLATUSY SYUBBAN
SAYUNG DEMAK  2012/2013


PENGESAHAN
          Karya tulis ini di telah di setujui dan di syahkan oleh guru pembimbing Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubbban An’amah S.pdi sebagai syarat untuk mengikuti  Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional(UAS/UAN) di madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban Sayung tahun pelajaran 2012/2013
Pada   :
            Hari/Tanggal   :
            Waktu              :
            Tempat            : Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban



  Wali Kelas XII IPA                                                                           Pembimbing

    ( M.Afroh )                                                                                            ( An’amah.S.Pdi )

Mengetahui
PJS Kepala Madrasah Aliyah
Nahdlatusy Syubban


(Fatoni Mustofa SPd)



PERSEMBAHAN

Ø  Karya tulis ini di persembahkan kepada: Ayah dan ibu tercinta serta kakak yang telah memberikan motivasi serta dukungannya bersifat mendidik kepada penulis.
Ø  Bapak Fatoni Mustofa Spd selaku kepala sekolah Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban sayung.
Ø  Ibu an’amah s.pdi selaku pembimbing dimana telah memberikan bimbingan dalam pembuatan karya tulis ini.
Ø  Bapak M.Afroh selaku wali kelas XII IPA Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban Sayung yang telah memberikan arahan kepada penulis.
Ø  Bapak dan ibu guru beserta staf karyawan Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban Sayung.
Ø  Teman-teman Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban.
Ø  Adik-adik kelas X dan XI Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban sayung serta para pembaca yang budiman.


MOTTO
v  Belajarlah sungguh-sungguh ilmu itu merupakan perhiasan bagi yang mempunyai serta tanda keunggulan bagi setiap orang yang terpuji.
v  Jadilah engkau seperti mawar yang berduri,bukan untuk menyakiti tapi untuk menjaga diri,janganlah engkau seperti lilin yang mau menerangi sekitarya namun terbakar dirinya.
v  Kesuksesan belajar itu bukan karena kecerdasan,akan tetapi karena kemauan dan kesungguhan.








KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
            Dengan mengucap syukur kehadiran ALLAH SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah NYA kepada kita semua khususnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini guna untuk memenuhi syarat mengokuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Akhir Nasional (UAN) di Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban Sayung tahun ajaran 2012/2013 Dengan terselesaikannya karya tulis ini penulis tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1.      Bapak Fatoni Mustofa SPd selaku kepala  madrasah aliah nahdlatusy syubban sayung
2.      Ibu An’amah  S.Pdi selaku guru pembimbing dimana telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam pembuatan karya tulis ini.
3.      Bapak ibu guru beserta staf karyawan Madrasah Aliyah Nahdlatusy Syubban Sayung.
4.      Teman-teman serta saudara-saudara semuanya yang telah banyak mendukung dalam tersusunnya karya tulis ini.
5.      Ayahanda dan Ibunda  yang telah membantu dalam bentuk moral maupun materi

     Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih banyak kekurangan dan kesalahan,baik dalam penulisan maupun penyajiannya.Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun akan sangat membaantu sekali mudah-mudahan apa yang penyusun tulis dalam karya tulis ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
       Wassallam Wr.Wb.
                                                              Sayung




( Jannatul Barokah )   


DAFTAR ISI
HALAMAN MOTTO………………………………………………………………………………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………………………………….ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………………………………..iii
BAB 1.PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………………………………………………1
A.      Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………………………….1
B.      Tujuan Penulisan…………………………………………………………………………………………………………………………1
C.      Waktu Dan Objek Kunjunagan…………………………………………………………………………………………………….1
D.      Metodologi Penulisan………………………………………………………………………………………………………………….2

BAB II.SEJARAH GUNUNG TANGKUBAN PERAHU DAN TOPOGRAFI ……………...…………………………………….3
1.       Asal Usuk Gunung Tangkuban Prahu…………………………………………………………………………….……3
2.       Letak Geografis……………………………………………………………………………………………………………………4
3.       Iklim……………………………………………………………………………………………………………………………..……..4
4.       Luas Areal…………………………………………………………………………………………………………………………….4
5.       Legenda Sangkuriang…………………………………………………………………………………………………………..5
PENUTUP
A.      Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………………………………………9
B.      Saran-Saran…………………………………………………………………………………………………………………………..……9
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………………………….………10
LAMPIRAN……………………………………………………………………………………………………………………………………..………11








BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang

1.      Tangkuban perahu terjadi karena letusan gunung berapi yang membentuk kawah.Dalam masyarakat setempat (Sunda) terbentuknya gunung tangkuban perahu tidak lepas dengan legenda sangkuriang.
2.      Letak geografis gunung tangkuban perahu berada pada 64 derajat 06 LS dan 107 derajat 36 BT dengan puncak ssetinggi kurang lebih 2,084 m api.
3.      Iklim di daerah tangkuban perahu termasuk kategori daerah tropis.
4.      Luas area 3.320 km2.

B.      TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan laporan ini untuk mengetahui lebih jelas tentang wisata gunung tangkuban perahu yang dapat menambah pengetahuan,Tujuannya adalah:
1.      Untuk mengetahui sampai dimana kemampuan penilis dalam merangkum kata-kata yang baik dan sempurna.
2.      Dapat menimbulkan rasa senang dalam berlatih membuat karya ilmiah.
3.      Agar cerdas berfikir dan kreatif dalam menghadapi mata pelajaran.
4.      Menetahui tugas wajib untuk mengikuti ujian akhir di madrasah aliyah nahdlatusy syubban.
        C. WAKTU DAN OBJEK KUNJUNGAN
                           Kegiatan ini di laksanakan pada hari selasa tanggal 26 juni 2012 pukul 13.30-     16.00 wib objek kunjungan di wisata gunung tangkuban perahu bandung jawa barat.








D.METODOLOGI PENULISAN
        Dalam penyusunan laporan ini penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data adapun metode-metode yang di gunakan antara lain:
1.      Metode Observasi
Denagan melakukan pengalaman dan penelitian secara langsung pada tempat karya wisata yang penulis kunjungi.
2.      Metode Dokumentasi
Memperoleh data dari buku ilmiah yang berkaitan dengan tema permasalahan.
3.      Kepustakaan Dan Literature
Dengan  membaca berbagai buku atau media elektronik,seperti internet.



























BAB II
SEJARAH GUNUNG TANGKUBAN PERAHU DAN TOPOGRAFI


A.   Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu

           Gunung tangkuban perahu terbentuk dari aktivitas letusan yang paling muda,di antara jajaran/Kompleks Gunung Api sudah purba dengan type letusan berlapis,sekitar 3000 tahun yang lalu dari gunung sunda purba(Dengan ukuran yang lebih besar) kemudian terbentuklah 3 gunug api baru,yaitu: Gunung Sunda(Baru),Gunung Tangkuban Perahu,Gunung Burangrang dan fase terakhir sekitar 2000 tahun yang lalu terbentuklah dasar batuan Sedimen neogen/endapan batu bara.
              Bagian sisa kawah(Kaldera) gunung sunda purba masih terdapat di situ lembang masih merupakan salah satu bagian dari dasar kawah gunung sunda purba itu sendiri.Peristiwa runtuhan ini terjadi pada dua tahap,yaitu:
1.      Terjadinnya patahan di lembang sekitar 3000 tahun yang lalu.
2.      Runtuhnya bagian puncak di sebelah utara,kemudian munculah kegiatan gunung tangkuban perahu di sebelah timur yang merupakan sisa kawah kaldera gunung sunda (+2000 tahun yang lalu) dalam perkembangannya membentuk tubuh gunung dengan puncak gunung apinya memanjang.Bentuk tubuh yang memanjang disebabkan oleh adanya tempat perpindahan titik letusan yang memanjang +1100 m dengan arah timur dan barat.

         Hal ini dapat di tunjukkan dengan adanya sisa-sisa tepi kawah yang lama yang mendirikan adanya gerakan atau perpindahan aktivitas puncak.Pada waktu yang bersamaan terbentuk pula mata air panas di ciater dan maribaya.Perpindahan aktivitas puncak yang membentang dari timur ke barat,maka apabila di lihat dari arah selatan(kota bandung)maka tampak seperti trapesium atau seperti perahu yang terbalik(bahasa sunda) perahu nangkuba = Tangkuban Perahu.

      Keadaan /aktivitas gunung tangkuban perahu sampai saat ini adalah dalam keadaan aktif dan normal.Dengan suhu permukaan kawah 96 C  sampa dengan 98 C dengan kondisi asap berwarna putih tipis.Setelah kira-kira 3 bulan yang lalu agunung tangkuban perahudi nyatakan statusnya “WASPADA” dengan ketinggian antara 5-15 dari permukaan (kawah baru,kawah ratu,kawah Domas).Dalam masyarakat setempat(sunda),terbentuknya gunung tangkuban perahu tidak lepas dengan sanhkuriang.

B.     LETAK GEOGRAFIS

     Secara geografis gunung tangkubanperhu berada pada 64 derajat 06 LS dan 107 derajat 36 BT dengan puncak tertinggi kurang lebih 2,084 m api objek wisata gunung tangkuban perahu terletak  yang terletak tidak jauh dari jalan raya bandung-Jakarta Via Sumbang,cikampek.Sekitar 30 km bandung(merupakan ibukota provinsi jawa barat)kea rah utara 200 km dari Jakarta atau 32 km sebelah selatan kotasumbang secara administratif berada di wilayah kabupaten sumbang dan kabupaten bandung.

C.     IKLIM

   Daerah tangkuban perahu termasuk kategori daerah tropis dengan suhu rata-rata siang hari 18 derajat C dan antara 7 derajat sampai 9 derajat C malam hari.memiliki curah hujan 2.700 mm per tahun dengan curah bulan November dengan kelembapan udara 45% - 95% psesentasi penyinaran matahari tinggi antara 40% - 60% dengan lama penyinaran 4,8 jam/sekitar 7 sampai 2 jam per hari.

D.    LUAS AREA

      Secara keseluruhan luas areal gunung tangkuban perahu: 3.320 km2 dan dalam pengelolahannya terbagi dalam 3 kelompok,yaitu:
1.      Hutan Produksi : 1.290 km2
2.      Hutan Wisata : 370 km2

E.     LEGENDA SANGKURIANG

     Selain karena aktivitas letusan gunung tangkuban perahu secara legenda juga memperkirakan cerita sangkuriang.Pada zaman dahulu kala ada seorang maha raja yang bernama sungging purbangkara dari kerajaan galuh pakuan pergi berburu ke hutan larang dengan di iringi bala punggawa kerajaan.Konon dalam perburuannya sang raja sempat membuang air kecil ke tempat tanpa sengaja air seninya.Tergenang di sebuah belahan tempurung kelapa yang tergeletak di tanah.Saat itu seekor babi hutan betina lari terbirit-birit karenaketakutan di kejar-kajar para pengawal yang akhirnya bersembunyi dekat genangan air kencing sang raja yang terkenal kesaktiannya itu karena babi betina yang merupakan jelmaan dari seoranga petapa cantik(yang di kutuk menjadi seekor babi hutan olej gurunya karena melanggar pantanggannya) meminum air seni sang raja.
        Selam beberapa waktu kemudian pada musim berburu berikutnnya raja kembali ke hutan tersebut dan betapa terkejutnnya dia saat mendengar jeritan tangisan seorang bayi yang tergeletak di atas semak-semak belukar.Lalu raja memerintahkan seluruh punggawa membawa bayi perempuan yang cantik kepada raja ia sangat gembira dan kemudian kembali ke istana membawa bayi itu.Dan kemudian tumbuh menjadi seorang putrid yang sangat cantik jelita yang kemudian di beri nama dayang sumbi

a.       Dayang sumbi di buang ke hutan

   Sejak kehadiran dayang sumbi ke istana galuh,Negara menjadi kisruh dan sering di landa petaka,bencana demi bencana dating silih berganti,keresahan semakin memuncak pada saat dayang sumbi menjelang remaja ia selalu menolak lamaran para pangeran dari kerajaan tetangga sehingga sang raja menjadi panic dan khawatir bila mereka bersatu dan menyerang karajaan galuh karena sakit hati maka keputusan untuk membawa kembaIi dayang sumbi ke tempat asalnnya(ke hutan) dan hanya di temani oleh seekor anjing penjaga yang bernama si Tumang(ia merpakan jelmaan dari seorng manusia yang melanggar larangan guru) dan di bawa seperangkat alat tenun untuk menghibur dan mengisi waktu senggang di hutan yang sunyi dan sepi kerajaannya hanya menenun setiap hari sesal duka akhirnnya menjadi bencana,berbagai penyakit dating silih berganti.

b.      Kawin Dengan Si Tumang

      Suatu hari dayang sumbi memaksakan dirinya menenun kain meskipun ia sedikit sakit ,tiba-tiba tenun tanpa sengaja alat tenunya itu jatuh dari tangan ke lereng yang terjal ,dengan badan lemah tak berdaya dayang sumbi tidak mau mampu mengambil kembali alat teniun itu.Maka dayang sumbi bersumpah siapa saja yang sudi membawa alat tenun itu kembali bila ia perempuan akan ku angkat sebagai saudara dan bila ia laki-laki maka akan ku angkat menjadi suami.Sungguh aku tak bohong”dayang sumbi bersungguh-sungguh dengan ucapan itu.
       Alangkah terkejutnnya dayang sumbi setelah beberapa saat kemudian datanglah si timang yang membawa alat tenun itu.Apaboleh buat janji seorang iswari tidak dapat di pungkiri maka dayang sumbi dengan si tumang jadilah suami istri.Setelah mereka menikah maka keduannya mempunyai anak laki-laki yang di beri nama “sangkuriang” si anak tumang yang di asuhnya bersama.





c.       Sangkuriang Membunuh Ayahnya

      Pada suatu hari sangkuriang kecil mengemban kuasa sang bunda  untuk mencari hati rusa hasil buruannya sebagai santap malam di temani si tumang pergi membawa busur panah dan menuju ke hutan.
     Beberapa kali sangkuriang berusaha membidik panahnnya ke sasaran namun selalu gagal akhirnya sangkuriang semakin kesal karena tidak mendapatkan hati rusa,kemudian dengan maksut menenangkan hati sang ibunda akhirnya sangkuriang mengambil anak panah untuk mengambil hati si tumang setelah selesai makan malam tiba-tiba  dayang sumbi bertanya “ Wahai anakku di manakah geranggan si tumang ? dari tadi tidak tampak rupa dan bayangannya ?” Tanya sang bunda.
       Dengan nada getar sangkuriang menjawab “hati yang kita makan tadi sebenarnnya bukanlah hati rusa tetapi “Hati” yang di santap pada makan malam adalah hati si tuman.Dengan sangat terkejut dan perasaan yangsangat marah ketika itu dayang sumbi mengambil centong dan akhirnnya sangkuriang di pukul  dengan keras dan menyebabkan luka kepala yang cukup dalam.Pada saat itu dayang sumbi memohon kepada sang Hyang Widi atas kesalahannya yang tidak pernah menceritakan keadaan yang sebenarnya ayah sangkuriang.
        Pada waktu dayang sumbi mendapat “Wangsit” bisikan dari Hyang Widhi bahwa ia tidak boleh memakan setiap mahluk  yang berdarah  antara lain harus mandi air pancuran yang pada saat itu  dayang sumbi hanya memakan aneka tumbuhan  dan daun-daunan (lalaban) sebagai lauk pauk.

d.      Sangkuriang di usir ibunya

    Dalam keadaan kepala yang luka dan berdarah dengan kondisi setengah hilang ingatan ,sangkuriang di usir oleh ibunya dari kampong halamanya dan dan ia mengembara entah kemana tujuanya dari masuk hutan keluar hutan,dari satu desa ke desa lain,ia menuju kea rah matahari terbit dalam pengembaraanya itu sangkuriang selalu berburu dan mempelajari ilmu dari setiap guru yang di jumpai.Akhirnya sekarang sangkuriang menjadi seorang pemuda  yang tampan dan perkasa (sakti mandraguna) setelah sekian lama mengembara timbul hasrat untuk pulang ke kampong halamanya untuk mencari ibunya.Setelah menempuh perjalanan dalam beberapa hari kemudian sampai juga di suatu desa.
    Dalam perjalanan sangkuriang berpesan kepada seorang gadis cantik dan sangkuriang mempunyai hasrat untukmencintai gadis itu yang sesungguhnya adalah ibunhya,dan sangkuriang tidak menyadari bahwa kampong yang di singgahinya adalah kampung halamanya sendiri yang pernah ia tinggalkan.Dan gadis itu sesungguhnya adalah ibunya”Dayang sumbi” atas ampunan segala hal sang Dewata Dayang sumbi tetap ayu dan tampak muda.
      Pada suatu hari sangkuriang dan dayang sumbi sedang memadu kasih untuk merencanakan pernikahannya.Dayang sumbi terkejut akan luka yang pernah di lakukan pada anaknya,semua bentuk da ciri-ciri luka pada kepala sangkuriang (sang kekasih) dayang sumbi meyadari hal itu dan ia fikir tak ingin menikah dengan sangkuriang (yang ia yakini  bahwa dia adalah anak kandungnya sendiri)namun di sisi lain ia tak mampu membatalkan rencana perkawinan tersebut.
       kepada sang dewata sekali lagi ia mohon bagaimana cara melakukan siasat untuk menggagalkan perkawinannya.Sebagai siasat suatu syarat(sebagai mas kawin) sangkuriang harus membuat danau dengan perahu raksasa dengan tempo satu malam yang akan di pakai nanti untuk dilayari berbulan madu.
     Perahu dan danau tersebut harus selesai sebelum fajar menyingsing  tenanglah fikiran dayang sumbi ketika itu,karena menurutnya persyaratan itu tidak akan mampu di penuhi oleh sangkuriang.Dengan percaya diri dan tenang ,syarat perkawinan itupun ia terima tanpa basa-basi sangkuriang perkasa langsung meyanggupi persyaratan sang kekasih.Sangkuriang membuat perahu
      Dengan di bantu bala tentara siluman”gunung tujuh” sangkuriang mulai ,embendung aliran sungai citarum sang Hyang Tikoro(kini sudah menjadi  padalarang sekitar 30 km barat kota bandung).Peraahu di bangun di hutan lembitan.













BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
     Dari uraian atau sejarah terbentuknnya gunung tangkuban perahu di bandung dapat kami simpulkan sebagai berikut:
·         Menurut sejarah
 Tangkuban perahu terjadi karena letusan api yang membentuk kawah.
·         Menurut Legenda
Tangkuban perahu terjadi karena sangkuriang ingin menikahi ibunya,kemudian ibunya member syarat untuk membuat danau dan perahu dalam waktu semalam karena dayang sumbi tidak ingin di nikahi oleh anaknya maka ia mempercepat pagi dan sangkuriang tidak terima kalau dia gagal menikahi dayang sumbi,kemudian perahu itu di tending sampai terbalik.Terbentuklah gunung tangkuban perahu.

B.      SARAN
       Kmi menyadari bahwa dalam pembuatan karya tulis ini banyak di temui kesulitan,oleh karena itu mengharapkan saran dan kritik agar kami dapat menyempurnakan karya tulis ini.































5 komentar: